oleh Lalu Arman Rozika pada 10 Maret 2012 pukul 19:48
di depanku
sebatang lilin menyala begitu terang
aku tak mampu melihat bayangan sendiri
seisi kamar ini benar-benar disesaki nyala lilin
suatu kali aku bertanya kepadanya
darimanakah asal benderang yang amat sangat?
“dari sorot matamu,” katanya
kemudian kucungkil kedua bola mataku
untuk menemukan benderang itu
tak kusangka
seisi kamar ini malah jadi gelap gulita
Semarang, Maret 2012
sebatang lilin menyala begitu terang
aku tak mampu melihat bayangan sendiri
seisi kamar ini benar-benar disesaki nyala lilin
suatu kali aku bertanya kepadanya
darimanakah asal benderang yang amat sangat?
“dari sorot matamu,” katanya
kemudian kucungkil kedua bola mataku
untuk menemukan benderang itu
tak kusangka
seisi kamar ini malah jadi gelap gulita
Semarang, Maret 2012






0 komentar:
Posting Komentar