oleh Lalu Arman Rozika pada 20 Mei 2012 pukul 10:55
Saya mau protes. Langsung saja saya mau protes . Pokoknya saya mau
protes. Yaaahh hidup emang butuh protes.. seperti ulat menjadi
kupu-kupu, butuh protes. Banyak juga yang bilang, protes itu lebih
penting ketimbang hasilnya.. (itu kan proseeeesss.. oh please, man)..
Oke sob-sob sekalian. Hati saya gundah setelah melihat ketidakadilan menimpa kaum pria alias cowok (ini bukan berarti saya suka pria lho yaa). Saya tidak rela melihat kebiadaban ini (wah lebayyy).. Ada semacam diskriminasi yang tengah melanda kaum pria saat ini.
Salah satu contohnya adalah di Pesbuk.. jika seorang cewek bilang sayang, cinta, atau yang berbau semacam itu di wall pesbuk teman ceweknya, pasti tidak ada orang yang akan memikirkan macam-macam, dan orang-orang akan menganggap hal itu wajar-wajar saja. Tapi kalo cowok nge-wall temen cowoknya dengan kata sayang, cinta.. bisa sodara-sodara bayangkan, setengah menit kemudian ratusan komentar akan berdatangan.. MAHO
Ada lagi contoh lainnya.. jika seorang cewek menambahkan foto baru di pesbuknya lalu dikomentari “cantiknyaaa…”, “wah manis ya kamuu”.., maka hal itu dianggap biasa-biasa saja, baik yang memberi komentar itu cewek atau cowok. Namun apa jadinya jika seorang cowok menambahkan foto baru di pesbuknya dan dikomentari oleh teman cewek “gantengnyaa..”, “wah manis ya kamu”? Hal itu masih biasa-biasa saja. Akan tetapi kalo yang mengomentari seperti itu itu adalah seorang cowooookk.. bisa sodara-sodara bayangkan, ribuan komentar akan berdatangan di bawahnya.. MAHO
Itulah secuplik dan seuprit bentuk diskriminasi yang tengah melanda cowok di jaman globalisasi ini (ngomong opooooo…). Mari kita bangun emansipasi cowok.. anggaplah wajar jika seorang cowok mengatakan sayang atau cinta kepada teman cowoknya di pesbuk.. MAHO
Catatan: tulisan ga penting di tengah liburan yang seperti ngga libur ini
Oke sob-sob sekalian. Hati saya gundah setelah melihat ketidakadilan menimpa kaum pria alias cowok (ini bukan berarti saya suka pria lho yaa). Saya tidak rela melihat kebiadaban ini (wah lebayyy).. Ada semacam diskriminasi yang tengah melanda kaum pria saat ini.
Salah satu contohnya adalah di Pesbuk.. jika seorang cewek bilang sayang, cinta, atau yang berbau semacam itu di wall pesbuk teman ceweknya, pasti tidak ada orang yang akan memikirkan macam-macam, dan orang-orang akan menganggap hal itu wajar-wajar saja. Tapi kalo cowok nge-wall temen cowoknya dengan kata sayang, cinta.. bisa sodara-sodara bayangkan, setengah menit kemudian ratusan komentar akan berdatangan.. MAHO
Ada lagi contoh lainnya.. jika seorang cewek menambahkan foto baru di pesbuknya lalu dikomentari “cantiknyaaa…”, “wah manis ya kamuu”.., maka hal itu dianggap biasa-biasa saja, baik yang memberi komentar itu cewek atau cowok. Namun apa jadinya jika seorang cowok menambahkan foto baru di pesbuknya dan dikomentari oleh teman cewek “gantengnyaa..”, “wah manis ya kamu”? Hal itu masih biasa-biasa saja. Akan tetapi kalo yang mengomentari seperti itu itu adalah seorang cowooookk.. bisa sodara-sodara bayangkan, ribuan komentar akan berdatangan di bawahnya.. MAHO
Itulah secuplik dan seuprit bentuk diskriminasi yang tengah melanda cowok di jaman globalisasi ini (ngomong opooooo…). Mari kita bangun emansipasi cowok.. anggaplah wajar jika seorang cowok mengatakan sayang atau cinta kepada teman cowoknya di pesbuk.. MAHO
Catatan: tulisan ga penting di tengah liburan yang seperti ngga libur ini






0 komentar:
Posting Komentar